• Streaming Via

    STREAMING VIA :

RAISA “NYAWA DAN HARAPAN”

22 April 2019, Jakarta – Sebuah perjalanan sejatinya memiliki makna yang bisa dikenang sepanjang hidup. Hal ini lah yang dirasakan Raisa melalui #RaisaHandmadeJourney, yang merupakan perjalanan panjang dari album ketiganya, Handmade, yang rilis di bulan April tahun 2016 silam.

Selama kurun waktu 3 tahun, album tersebut berhasil menjadi sebuah karya penuh makna bagi Raisa. Melalui album Handmade, Raisa berhasil bercerita kepada para pecinta musik melalui 11 track yang dimuatnya di album tersebut. Tidak hanya itu, album Handmade pun berhasil membawa Raisa meraih 7 penghargaan di AMI Awards 2016, 2 penghargaan di Indonesian Choice Awards 2017, dan berbagai penghargaan lainnya, serta berkunjung ke beberapa kota di Indonesia melalui Handmade Tour.

Lagu-lagu di album yang merupakan pendewasaan Raisa dalam bermusik ini pun berhasil menjadi favorit bagi banyak orang. Mulai dari “Kali Kedua” yang berhasil menjadi lagu Raisa dengan jumlah streaming dan views video terbanyak, “Jatuh Hati” yang menghadirkan lantunan vokal dalam komposisi musik yang berbeda dari lagu-lagu Raisa sebelumnya, hingga “Usai Di Sini” yang oleh banyak orang dinobatkan sebagai lagu wajib patah hati. Jangan lupakan juga “Love You Longer”, yang belakangan justru jadi favorit banyak orang, semenjak dihadirkan dalam versi akustiknya.

“Album Handmade, yang benar-benar aku buat dari hati, bisa diterima dengan baik oleh orang banyak, dan bisa membawaku hingga ke titik sekarang ini dan membuka banyak kesempatan lain. Alhamdulillah, rasanya senang luar biasa. Perjalananan bersama album Handmade benar-benar menjadi sebuah journey penuh makna bagiku,” ujar Raisa.

Setelah menyentuh usia 3 tahun di tanggal 21 April 2019 kemarin, #RaisaHandmadeJourney pun harus berakhir. Sehari setelahnya, Raisa merilis video klip resmi untuk lagu terakhir di album tersebut, “Nyawa dan Harapan”. Mulai tanggal 22 April 2019, video klip resmi tersebut sudah bisa disaksikan di channel YouTube resmi Raisa (www.youtube.com/raisa6690).

Di video klip pamungkas ini, Raisa bekerja sama dengan tim Embara Films untuk menghadirkan visual dan cerita yang dianggap mewakili inti dari lagu tersebut. Disutradarai oleh Galih Mulya Nugraha, video klip ini pun banyak menghadirkan visual landscape alam yang diyakini mampu mewakili cerita dan makna lagu tersebut, yang banyak berkisah tentang keresahan Raisa seputar hubungan antara manusia dengan alam. Dengan alasan itu juga, Raisa merilis video klip “Nyawa dan Harapan” di tanggal 22 April, bertepatan dengan jatuhnya Hari Bumi.

#RaisaHandmadeJourney telah berlalu, dengan semua kenangan indah yang mengiringinya. Sebuah fase tertutup, dan membuka satu fase perjalanan baru bagi Raisa, musik, dan seni yang begitu dicintainya. 

FILM MATIANAK

Awal 90an, INA (Cinta Laura) seorang perempuan yang rajin dan berkepribadian kuat, tinggal di sebuah panti asuhan yatim  piatu yang kondisinya memprihatinkan, miskin.

Suatu hari, Kepala Desa membawa seorang anak laki-laki pendiam bernama ANDI (8 tahun) yang kini hidup sebatang kara. Dia satu-satunya korban selamat dalam insiden pembunuhan satu keluarga yang misterius dan  sadis , hingga menyebabkan Andi mengalami trauma fisik dan mental.

Dipenuhi rasa iba dan yakin bahwa dengan kasih sayang ia dapat memulihkan trauma yang dialami Andi.

Ina pun menerima Andi meski sang pemlik panti tidak menyetujui keinginannya

Namun, sejak kedatangan Andi, hal-hal aneh mulai terjadi…

Awalnya, mereka mulai menerima dana bantuan dari orang-orang tak dikenal dan mereka pun merasa senang.

Kemudian, mereka mulai terteror oleh berbagai sosok mahkluk halus ,hingga kematian-kematian misterius  terjadi di panti tersebut.

Ina pun bertekad melindungi anak-anak dan menyelamatkan panti dari teror yang terjadi.

MATIANAK

Jenis Film     : Horor

Produser       : Manoj Punjabi

Sutradara      : Derby Romero

Penulis         : Wendy Chandra, William Chandra

Produksi       : Pichouse films

Casts            : Cinta Laura Kiehl, Jovarel Callum, Irsyadillah, Fatih Unru, Basmalah Gralind, Juliant Rafael, Gesata Stella, Yayu Unru, Elsa Diandra, Chico Radellaa, M. Rafli, Arswendi Bening Swara

KAHITNA BERI WARNA BARU DALAM SINGLE ‘SERIBU BULAN SEJUTA MALAM’

Musica Studios

Grup musik satu ini dikenal dengan lagu-lagu cinta yang selalu membuat pendengarnya hanyut dalam lantunan musik mereka. Mulai dari lagu romantis hingga patah hati, Kahitna sukses mencuri hati pecinta musik tanah air. Band yang telah berusia 32 tahun ini biasanya mengeluarkan karya dalam bentuk album, tetapi kali ini Kahitna mencoba melakukan pendekatan berbeda dengan mengeluarkan single berjudul “Seribu Bulan Sejuta Malam”. Lewat lagu terbarunya ini, Kahitna ingin menyampaikan pesan bahwa kesetiaan dan cinta adalah sesuatu yang indah. Dalam lagu “Seribu Bulan Sejuta Malam” Kahitna juga membuat sesuatu yang berbeda. Sang musisi handal, Yovie Widianto, kali ini tidak hanya menggarap musik serta liriknya saja, tetapi juga ikut bernyanyi. “Sebenarnya ini karena memang permintaan temen-temen mendengarkan suara aku di ‘Seribu Bulan Sejuta Malam’ untuk meramaikan pecahan suara antara Heidy, Carlo, dan Mario”, kata Yovie.

Untuk membuat lagu terbarunya tersebut, Yovie mengaku terinspirasi dari kisah seseorang yang tetap setia menanti pasangannya meski dalam waktu yang cukup lama. “Inspirasi lagu ‘Seribu Bulan Sejuta Malam’ adalah ketika kita mencintai seseorang, kita tidak pernah mengganti posisi orang itu dihati kita, jadi apapun yang terjadi dia akan menunggu sampai waktunya berpihak pada orang yang dicintainya”, tambah Yovie. Lagu “Seribu Bulan Sejuta Malam” dirilis pada 15 Maret 2019 dan bisa dinikmati diseluruh digital music platform.

Single : SERIBU BULAN SEJUTA MALAM

Song & Lyric : YOVIE WIDIANTO

Artist : KAHITNA

Production : MUSICA STUDIO’S

Susuri “MEMORY LANE” Bersama Karya Terbaru The Overtunes

Sony Music Entertainment

Setelah merilis dua album EP yang berjudul Memories Made (Agustus 2018) dan Memories in the Making (Desember 2018), band yang beranggotakan tiga kakak beradik Mada Emmanuelle, Reuben Nathaniel, dan Mikha Angelo yang tergabung dalam The Overtunes akhirnya siap mengeluarkan album berjudul Memory Lane pada 15 Maret 2019.

Total terdapat 12 lagu dalam album ini dengan menggabungkan lima lagu dari Memories Made dan lima lagu dari Memories in the Making. Dua lagu lainnya adalah lagu baru yang khusus dibuat untuk Memory Lane, yaitu “Takkan Ke Mana” dan “New Sky”.

“Takkan Ke Mana” sendiri merupakan lagu hasil gubahan Mikha. Pada awalnya, aransemen lagu ini hanya berupa vokal dan piano. Namun, untuk Memory Lane, The Overtunes memutuskan membuat versi yang lebih berwarna dan memilih instrumen-instrumen yang lebih serasi dengan hangatnya lagu ini. Temanya sendiri tentang kesadaran akan indahnya hidup karena dicintai orang yang sangat kita sayangi serta janji untuk mempertahankan cinta itu.

“Takkan Ke Mana” juga sudah dibuatkan video klip dengan berlokasi di Hong Kong. Pengerjaannya sendiri memakan waktu tiga hari. “Cerita yang disampaikan di video klip berbeda dengan ide awal lagunya. Di sini, kami lebih fokus pada perspektif betapa beruntungnya kita mempunyai keluarga yang bisa saling menyayangi. Jadi, banyak adegan kami jalan sendiri-sendiri, melakukan kegiatan sendiri. Tapi, pada akhirnya, selalu bisa menemukan hangatnya “rumah” ketika kembali bersama,” ungkap The Overtunes.

Untuk pembuatan video klip ini, The Overtunes bekerja sama dengan tim videografer dari Athea Visuals. Ivan Saputra sebagai sutradara dan Matthew Pradipta sebagai manajer lokasi. “Keduanya bertalenta dan untungnya seumuran dengan kami, jadi seru,” kisah band yang sudah beberapa kali mengisi soundtrack film ini.

Single orisinal kedua dalam album ini adalah “New Sky” yang di-compose Reuben Nathaniel. Ide lagu ini sebenarnya muncul saat mereka sedang di Palembang, namun terlupakan hingga saat mengadakan pertunjukan di Singapura, pengerjaan lagu ini pun kembali dilanjutkan. Sebagai pembuat lirik, Reuben ingin menceritakan bagaimana rasanya berada di suasana yang berbeda, menjadi orang asing di lingkungan yang baru, dan menyambutnya dengan semangat.

“Kami sudah beberapa kali memainkan “New Sky” saat The Overtunes sedang manggung. Dan, selalu seru karena ada bagian di lagu ini yang selalu ramai dinyanyikan Tunist. Kami juga sudah pernah mengunggah ke Soundcloud kami versi live recording di ToVStudio, sekitar dua tahun lalu. Senang sekali akhirnya lagu ini bisa masuk di album Memory Lane karena, secara vibe, lagu ini cocok untuk menemani 11 lagu lainnya.”

Mulai 15 Maret 2019, Memory Lane sudah bisa kalian dengar di seluruh Digital Streaming Platform seluruh Indonesia.*

Tentang The Overtunes

The Overtunes terbentuk pada tahun 2010 yang terdiri dari tiga bersaudara yaitu Mikha Angelo (17), mahasiswa Audio Engineering dari Audio Institute of America, Reuben Nathaniel (18), penyandang Diploma in Business Management dari UniSadhu Guna International College, dan Mada Emmanuelle (20), mahasiswa Audio Engineering di School of Sound Recording Jakarta.

Muda, keren, menguasai alat musik, dan mempunyai jejaring kuat di media sosial menjadikan The Overtunes band yang saat ini hit di kalangan anak remaja. Masuk di industri musik dengan mengeluarkan single Sayap Pelindungmu di tahun 2013, band yang terpilih sebagai Fender Artists pertama di Indonesia ini langsung mendulang kesuksesan. Lagu Sayap Pelindungmu menduduki chart no.1 di sejumlah radio nasional dan menjadi lagu no.1 di chart Dahsyat – RCTI. Kini setelah setahun dirilis, Sayap Pelindungmu pun masih berada di Top 100 iTunes Chart! Band yang menjadi salah satu nominee “Breakthrough Artist of the Year” dari Indonesian Choice Awards NET TV ini juga berkolaborasi dengan Fatin Shidqia dalam lagu “Kamulah Kamuku”. Lagu ini berhasil menduduki chart no.1 di Dahsyat – RCTI.

Dengan semakin menanjaknya kepopuleran band ini, mereka juga dipercaya untuk tampil dalam berbagai ajang musik bergengsi, di antaranya adalah acara Jazz Gunung dan konser Erwin Gutawa ‘Satu Indonesia’ Salute to Guruh Soekarno Putra beberapa waktu lalu.

Lebih Jauh Tentang The Overtunes

Twitter:         @TheOvertunes

Twitter:         @Angelo_Mikha

Twitter:         @MadaEmmanuelle

Twitter:         @Reu_Nathaniel

Facebook:      https://fb.com/TheOvertunes

Soundcloud:    http://www.soundcloud.com/theovertunes-sound

YouTube:        http://www.youtube.com/user/ToTheOvertunes

Tumblr:         http://theovertunes-blog.tumblr.com

Reverbnation: http://www.reverbnation.com/theovertunes

Instagram:      http://instagram.com/theovertunes

Lyrics TAKKAN KEMANA

Di awalan cerita

Tak ada perasaan

Diantara kita berdua

Tapi seiring waktu

Takdir kita bertemu

Mengikuti narasi hidup

Dan betapa,

Bahagia,

Kumelihatmu,

Senyumanmu menemani hari-

Hariku takkan sama, tanpamu

Aku ingin terus bersamamu

Bila kau mau,

Ku takkan kemana

Kita hanyalah debu

Diluasnya semesta

Tapi kita bisa bertahan

Satu hal yang kutahu

Aku ada untukmu

Meskipun di masa yang kelam

Haruskah aku melangkah pergi, pergi ke sana

Melepas semua kenangan yang telah ku lukiskan

Dan bila ku temukan kau disana,

Jangan kemana

Credits :

Composed by Mikha Angelo

Mixed by Eko Sulistiyo

Mastered by Stephan Santoso at Slingshot Studio

Published by Sony Music Entertainment Indonesia

LAGU IKAN SAGA

12 April 2018, SAGA merilis single TELUR DADAR dan menjadikannya sebagai peraih rekor MURI untuk pencipta lagu termuda.

Rilisnya single tersebut menyita banyak perhatian pencinta musik Indonesia khususnya para pencinta lagu anak.

Melalui single TELUR DADAR pula, SAGA masuk dalam nominasi anugerah musik terbesar di Indonesia yaitu AMI AWARDS 2018.

Meski belum memenangkan awards tersebut, sebuah kebanggaan tentunya nama SAGA telah diperhitungkan masuk di 2 kategori sekaligus, yaitu “Artis Solo Lelaki Anak-Anak & Pencipta Lagu Anak”, bersaing dengan para musisi seniornya.

Melihat bakat dan prestasi anaknya dalam menulis lagu, ANJI selaku orang tua pun terus mengarahkan SAGA dalam hal mengasah potensinya namun tetap mengutamakan pendidikannya.

8 Maret 2019, SAGA kembali merilis single terbarunya berjudul LAGU IKAN, bercerita tentang kesukaan dan rasa sayangnya terhadap ikan-ikan peliharaannya.

Di lagu ini SAGA masih hadir dengan karakter polosnya dalam menulis lirik, kalimat lugas dan juga lucu sepenuhnya tertuang di lagunya kali ini, namanya juga anak-anak.

Hal lain yang menarik di lagu ini adalah adanya unsur edukasi, lagu ini bisa mengajak anak-anak seusianya untuk mengenal nama-nama ikan yang ada di Indonesia.

Selain merilis lagu, kali ini SAGA juga akan merilis sebuah GAME edukasi anak yang berhubungan dengan Ikan.

Semoga lagu ini bisa kembali meramaikan industri musik khususnya lagu anak. Mampu menjadi pemicu lahirnya penyanyi anak-anak dan terciptanya lagu anak lebih banyak lagi.

Social Media

@sagaomarnagata | @mymusic.records

Perjalanan Cinta Arman Maulana

“Suguhan Perayaan Pernikahan Perak”

Kisah kasih Armand Maulanan dengan sang istri, Dewi Gita akan selamanya dikenang lewat lagu “11 Januari” dari grup band GIGI. Dan merayakan ulang tahun pernikahannya yang-25, kedua sejoli ini telah mempersiapkan sebuah konser bertajuk “1 Hati 1 Cinta” dan juga sebuah lagu baru bagi pasangan yang tengah mencinta yang berjudul “Perjalanan Cinta”.

PERAYAAN PERNIKAHAN PERAK

Bisa dibilang, hingga hari ini, lagu “11 Januari” dari grup band GIGI masih menjadi lagu cinta favorit banyak pasangan. Bahkan setelah lagu ini rilis, banyak pasangan yang memutuskan untuk menikah di tanggal yang sama dengan dua sejoli ini. Armand Maulana dan Dewi Gita membuktikan kalau lirik di dalam lagunya bukan hanya bualan semata, 25 tahun sudah mereka membina rumah tangga, dan kini saatnya mereka merayakannya. Sebuah lagu dari Melly Goeslaw telah Armand pilih untuk menjadi lagu yang turut mewarnai perayaan pernikahan peraknya.

Lagu yang berjudul “Perjalanan Cinta” ini menceritakan tentang suatu hubungan yang sudah lama terjalin sehingga kedua belah pihak sudah sangat paham dan sangat mengerti kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pasangan. “Lagu ini kami pilih karena kami anggap paling pas menggambarkan 25 tahun perayaan pernikahan kang Armand dan Teh Dewi. Dari lagu ini ada taglinenya #TerimaKasihSayang. Yang dimana di dalam liriknya lebih menggambarkan sepasang kekasih yang sudah paling tahu baik buruknya sifat satu sama lain tapi tetap mencinta,” ungkap Simhala Avadana selaku A&R dari Trinity Optima Production.

Proses pemilihan lagu ini memang cukup lama, pasalnya kang Armand saat itu sudah mendekati waktu deadline rekaman tapi pilihan lagu yang diberikan dirasa belum cocok dengan tema perayaan 25 tahun pernikahannya. “Saya sudah dengarkan beberapa lagu pilihan dari beberapa produser, lagunya banyak yang bagus tapi saya merasa enggak pas untuk perayaan pernikahan kami yang ke-25 ini. Jadi, saya minta secara personal ke Melly Goeslaw untuk minta dibikinin lagu. Luar biasa, dalam waktu tiga hari langsung jadi, satu hari saya presentasikan ke A&R Trinity Optima Production juga langsung oke, besoknya langsung rekaman,” kenang Armand.

Selama proses rekaman hingga mastering pun tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja dirasakan Dewi Gita akan rumitnya nada yang ia bawakan dalam lagu ini. “Yah, inikan bukan lagu duet pertama saya dengan Armand yah. Dan, hampir sama sih dengan lagu sebelumnya paling kesulitan saya adalah mengikuti nada suaranya Armand yang bisa rendah banget dan bisa tinggi banget,” jelas Dewi Gita yang dahulu juga pernah berduet dengan sang suami lewat lagu “Seperti Legenda”.

Lagu yang ditulis oleh Melly Goeslaw ini pertama kalinya diaransemen oleh Marco Stefiano dan Dimas Wibisana. “Saya sudah minta izin juga ke Melly agar lagu ini diaransemen oleh Marco dan Dimas, karena kan mereka berdua juga yang jadi music director untuk konser saya kali ini, jadi biar terasa aja benang merah dari lagu baru ini dengan konser yang juga akan digelar,” pungkap juri The Voice yang akan meluncurkan konser bersama sang istri yang bertajuk “1 Hati, 1 Cinta” di Ciputra Artpreneur, Lantai 11-13 Lotte Shopping Avenue, Kuningan.

Hasil akhir lagu ini sungguh menyenangkan. Marco dan Dimas berhasil membuat lagu ini lebih ringan di telinga dengan sentuhan magis yang memukau. “Hasilnya memuaskan sekali, dari hasil rekaman sampai mastering enggak ada revisi yang besar. Dan bagian yang paling saya suka dari lagu ini adalah dibagian interlude-nya, dimana teh Dewi menampilkan suara sindennya ke dalam lagu ini dan membuat single ini lebih magis,” ujar Mhala.

ANTI MUSIK VIDEO ROMANTIS

Untuk melengkapi single “Perjalanan Cinta”, sebuah musik video yang digarap oleh Rio Motret telah rampung untuk segera diluncurkan. Pada musik video kali ini, Armand Maulana dan Dewi Gita memiliki pesan khusus bagi sang sutradara kalau mereka tidak ingin tampil seperti pasangan yang terlalu serius dan terlalu romantis. “Konsep musik video kali ini sangat ringan dan santai. Karena kang Armand dan teh Dewi sendiri mengatakan kalau mereka enggak mau tampil terlalu serius dan romantis. Mereka ingin lagu perayaan 25 tahun pernikahan mereka ini bisa divisualkan dengan lebih ringan dan jenaka,” ungkap Rio. “Di sini saya juga lebih mengeksplorasi dengan permainan stock motion juga karena ingin memperlihatkan sesuatu yang beda aja sih. Karena lagu ini kan sebagai bentuk perayaan 25 tahun hubungan mereka, jadi saya ingin menggambarkan hubungan yang lebih dari sekadar tatapan atau sentuhan tangan,” tambahnya.

Melalui lagu dan musik video ini, Armand dan Dewi Gita berharap akan banyaknya pasangan yang menjadikan lagu ini menjadi lagu cinta mereka. “Semoga bisa diterima dan juga dijadikan lagu anthem bagi para pasangan yang ada di luar sana” ungkap Dewi Gita. “Dan musik video ini juga semoga bisa menghibur bagi yang sudah punya pasangan dan membuat para jomblo menangis,” tambah Armand.

Wah, jadi penasaran ya, seperti apa sih musik video terbaru dari Armand Maulana dan Dewi Gita yang berjudul “Perjalanan Cinta”, yuk dapatkan tautannya dengan meng-klik foto yang ada di bawah ini:

PERJALANAN CINTA (Duet with DEWI GITA) (lirik)

Kan kukatakan dengan lantang

Biar semua gugusan bintang

Mendengar hatiku hanya mau kamu

Kubisikkan pada udara

Merangkaikan dalam aksara

Mengisahkan opera kita berdua

Pastinya dalam perjalanan kita

Banyak salahku dan salahmu

Dan itu jadi penguat kita

Kamu yang tau aku

Curangku dan nakalku

Jujurku dan tulusku

Rinduku dan bosanku

Terimakasih sayang

Berjuta musim menata

Kau dan aku jadi kita

Sampai menutup mata

Terimakasih sayang

Composed by MELLY GOESLAW

Published by PT.AQUARIUS PUSTAKA MUSIK

Produced by MARCO STEFFIANO

Co Produced by DIMAS WIBISANA / Keys by KITUT SINJINGO

Guitar & Bass by DIMAS WIBISANA / Drums By MARCO STEFFIANO

Programming by MARCO STEFFIANO & DIMAS WIBISANA

Vocal Director by BOWO ‘SOULMATE’ Edited by HERI ALESIS

Vocal Recorded @BACKBEAT STD, Jkt

Music Editing by MARCO STEFFIANO & DIMAS WIBISANA

Mixed by RAYENDRA SUNITO

Mastered by STEPHAN SANTOSO @SLINGSHOT STD, JKT©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2018

OM PSP ( Pancaran Sinar Petromaks ) Jaman Now

Diawal tahun 2019, Max Pictures merilis film terbarunya berjudul OM Pancaran Sinar Patromaks : Gaya Mahasiswa, yang diperankan oleh sejumlah comedian seperti Dimas Danang, Imam Darto, Uus, Adjis Doa Ibu, David Schaap, Abdur Arsyad, Wira Nagara, Boris Bokir, dan Aura Kasih yang memerankan tokoh Fatimeh. Selain memerankan tokoh personil OM PSP, baik Danang, Darto, Uus, Adjis, David, Abdur, Wira, dan Boris, juga membawakan ost OM Pancaran Sinar Patromaks : Gaya Mahasiswa. Mereka membawakan 2 buah lagu berjudul Bapak Dapat Lotere karya Ade PSP dan Milikku karya A. Rafiq yang diaransemen ulang. Mereka juga menamakan dirinya OM PSP Jaman Now. Film OM Pancaran Sinar Pantromaks : Gaya Mahasiswa akan meceritakan tentang Monos, Rojali, Ade, Andra, Adit, Dindin, James dan Omen adalah mahasiswa-mahasiswa yang kompak dalam segala urusan, tapi untuk urusan percintaan malah dibikin taruhan, meski cuma main- mainan tapi bikin pegel perasaan. Seperti yang dilakukan oleh Rojali, Monos dan Ade. Bahkan Ade sempet jatuh cinta sama Fatima, Ibu Kos yang cantik dan seksi. Lain lagi dengan Dindin, Andra & Adit, mereka bertiga adalah The Trouble Maker, suka bikin pranks di kampus sehingga yang kena sanksi D.O. adalah satu grup PSP. Di sela-sela sanksi itu, mereka dikejutkan dengan kasus pembegalan di kampus. Kasus ini berkembang menjadi HOAX, yang melibatkan teman kuliah mereka. Omen & James pun tergerak untuk menyelidiki kasus ini, dibantu teman-teman
PSP. Film ini akan tayang serentak diseluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 31 Januari 2019.

Once dan Shakira Jasmine Menaklukkan Dunia

Musik dan olahraga. Dua hal yang sepintas berbeda namun ternyata punya banyak keterkaitan. Musik dengan irama yang tepat saat sedang berolahraga dapat meningkatkan semangat. Itulah kenapa dalam setiap perhelatan besar olahraga selalu ada official song yang melengkapinya. Salah satunya adalah lagu terbaru dari Once feat Shakira Jasmine berjudul Menaklukkan Dunia yang menjadi official song Asian Games 2018.

‘Menaklukkan Dunia’ yang merupakan ciptaan dari Rian D’MASIV dan diproduseri oleh Pay ini menceritakan tentang rasa semangat dan tidak mudah putus asa untuk mencapai kemenangan. Vokal powerful Once dibalut alunan merdu suara Shakira Jasmine membuat ‘Menaklukkan Dunia’ akan mampu menyulut semangat siapapun yang mendengarnya.

Once mengaku semangat saat diajak terlibat dalam lagu ini. “Awalnya saya diajak Musica Studios untuk terlibat di lagu ini. Materi lagunya bagus, tapi saya makin semangat karena lagu ini untuk Asian Games, acara olahraga terbesar di Asia. Mudah-mudahan lagu ini bisa menginspirasi semua atlet Indonesia agar makin semangat.”

Berduet dengan penyanyi muda tentu merupakan hal yang baru untuk Once, namun dirinya mengaku tidak kesulitan berkolaborasi dengan Shakira Jasmine. “Shakira penyanyi yang penuh bakat, suaranya bagus, dan punya musikalitas yang cukup walau usia masih sangat muda. Walaupun ini kolaborasi lintas generasi, tapi gak ada kesulitan. Ibarat membimbing adik sendiri aja.” ucap Once.

Lagu ‘Menaklukkan Dunia’ ini juga menjadi lagu duet pertama bagi Shakira Jasmine. Penyanyi muda penuh talenta ini mengaku senang dan terhormat bisa membawakan lagu ‘Menaklukkan Dunia’ bersama penyanyi idolanya, Once. “Gak pernah kebayang sebelumnya bisa duet bareng om Once membawakan lagunya kak Rian D’MASIV.” tutur penyanyi berusia 16 tahun ini.

Rian D’MASIV selaku pencipta lagu ‘Menaklukkan Dunia’ pun merasa kagum dengan hasilnya. “Menurut saya ini jadi satu hal yang unik karena duet Once – Shakira ini sesuai dengan lirik ‘Kau dan aku harus menyatu dan juga saling melengkapi…’ jadi walaupun beda generasi tapi kolaborasi ini saling melengkapi. Mudah-mudahan lagu ini juga mengingatkan kita bahwa walau kita berbeda tapi dengan saling melengkapi, kita semakin kuat.

Lupakan segala perbedaan, saatnya bersatu mendukung Indonesia ‘Menaklukkan Dunia’ di Asian Games 2018. Lagu Menaklukkan Dunia sudah bisa didengarkan di semua digital platform musik.

Artist                           : Once & Shakira Jasmine

Lagu                            : Menaklukkan Dunia

Ciptaan                       : Rian Ekky Pradipta

Produser                     : Pay

Produksi                     : Musica Studio’s

JFlow Bakar Semangat Tanding Asian Games Lewat Lagu Unbeatable

Perhelatan akbar Asian Games ke 18 sudah di depan mata. Untuk kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah event terbesar kedua setelah Olimpiade. Bahkan diperkirakan akan ada sekitar empat miliar orang yang akan menyaksikan Asian Games 18. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa reputasi bangsa Indonesia dipertaruhkan disini.

Bangsa Indonesia menaruh harapan yang besar kepada para atlet. Persiapan panjang, disiplin dan kerja keras seluruh atlet dan ofisial akan dibuktikan di arena yang sesungguhnya. Semangat, faktor yang seringkali berperan besar sebagai pembeda hasil, mutlak dibutuhkan.

Sebuah bentuk dukungan berharga bagi seluruh kontingen yang bertanding: UNBEATABLE. Lagu anthem yang bisa menyalakan semangat berjuang sampai titik penghabisan.

Ditulis dan diproduseri oleh JFlow, lagu UNBEATABLE menampilkan aransemen musik perpaduan genre hiphop dan pop, diperkaya dengan raungan distorsi gitar serta latar paduan suara yang menyatu sempurna dengan lantunan rap khas JFlow dan keistimewaan vokal Dira Sugandi.

“Pagelaran seakbar Asian Games membutuhkan lagu tema yang akbar juga, makanya saya mengkonsep UNBEATABLE sebagai sebuah stadium song yang megah” kata JFlow.

Dirilis oleh Right Now Music, lagu ini akan masuk di album resmi Asian Games 18 yang akan diedarkan dalam waktu dekat ini.

Rilis Single Baru, “Lagu Untukmu”, Raisa Bercerita Tentang Kasih Sayang Antara Ibu dan Anak

25 Mei 2018, Jakarta – Menjadi dewasa, berarti mendapatkan sebuah kisah baru dalam hidup seseorang. Hal ini yang juga dirasakan oleh Raisa, yang kemudian diterjemahkan olehnya ke dalam sebuah lagu yang sangat personal.“Di lagu ini,  murni sebuah penerjemahan perasaan aku. Karena buat aku, ini bukan lagu yang bisa aku karang-karang, tanpa aku rasakan sendiri,” ujar Raisa.

Dengan mengedepankan cerita yang sangat personal, Raisa menganggap bahwa semua orang memaknai dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda, dan angle cerita yang berbeda-beda pula.

“Dengan lebih menitikberatkan hubungan anak dan orangtua, aku berharap semua orang bisa mengingat kembali dan me-highlight hubungan mereka dengan orangtua masing-masing. Aku senang bisa menciptakan lagu untuk ibu aku,” ungkap Raisa.

Dalam proses pengerjaannya, perempuan kelahiran 6 Juni 1990 ini bekerjasama dengan Ifa Fachir, dan diproduseri oleh salah satu sosok kepercayaannya, Marco Steffiano. Beberapa nama musisi yang turut membantu mewujudkan kehangatan di “Lagu Untukmu” adalah Kitut Sinjingo (piano), Jessilardus Mates (drum), Odi Purba (contra bass), Andra Candra (flute), Rendy Pandugo (gitar akustik), dan dengan bantuan Bowo Soulmate sebagai vocal director dan Stevano (MABES Music, Jakarta) sebagai mixing engineer dan Fred Kevorkian (Kevorkian Mastering, New York) sebagai mastering engineer.

Juni Records sebagai label tempat Raisa bernaung, merilis lagu ini di tanggal 25 Mei 2018, dan di tanggal itu pula “Lagu Untukmu” sudah bisa dinikmati di berbagai digital music merchant seperti Spotify, Deezer, Apple Music, iTunes, Joox, dan juga akan tersedia di channel YouTube resmi Raisa: www.youtube.com/raisa6690.

Cerita yang kuat dengan tema hubungan dan kasih sayang yang terjalin antara ibu dan anak, menjadi salah satu alasan dirilisnya single ini di tanggal 25 Mei 2018, berdekatan dengan Hari Raya Lebaran.

“Tujuannya adalah, kita bisa merefleksikan esensi lagu ini kepada momen hari raya lebaran. Harapannya ini menjadi pengantar kehangatan suasana bersama keluarga di hari raya,” tutup Adryanto Pratono, CEO JUNI Records.